Pernaling XXXIV SMAN 1 Semin: Tempa Penegak Melalui Filosofi 'Satya ing Pangucap, Dharma ing Tumindak'

GUNUNGKIDUL -- Gugus Depan Gunungkidul 12.001 - 12.002 Ambalan Diponegoro - R.A. Kartini pangkalan SMAN 1 Semin menggelar Perkemahan Tahunan bertajuk Pernaling XXXIV.

Bertempat di Bumi Perkemahan Bejiharjo Edupark, Karangmojo, Gunungkidul, perkemahan ini digelar selama tiga hari dua malam mulai hari ini, Kamis, 14 Mei sampai dengan 16 Mei 2026 mendatang.

Mengusung tema Satya ing Pangucap, Dharma ing Tumindak, pernaling XXXIV diharapkan para peserta mampu menjadi pribadi yang selalu menjaga ucapan serta berhati-hati dalam bertindak.

Sebuah pesan filosofis yang diharapkan menjadi kompas bagi setiap peserta dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat.

Satya ing Pangucap menekankan pada pentingnya kejujuran dan kesetiaan terhadap apa yang diucapkan. Seorang Pramuka harus mampu menjaga lisan, memastikan setiap kata yang keluar adalah kebenaran, serta dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Sementara Dharma ing Tumindak, menitikberatkan pada tindakan nyata. Bahwa setiap kebaikan tidak boleh berhenti pada ucapan semata, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.

Agenda diawali dengan persiapan dan pemberangkatan di pangkalan, perjalanan menuju lokasi perkemahan, dilanjutkan dengan bangun desa (mendirikan tenda) sesuai dengan kavling yang telah ditentukan untuk sangga putra maupun putri.

Nampak para peserta begitu kompak, saling membantu dan bekerja sama dalam mendirikan tenda agar kokok dan juga nyaman untuk ditempati selama perkemahan berlangsung.

Sesuai dengan tema yang diusung, para peserta ke depannya diharapkan tidak hanya pandai dalam berteori, tetapi juga berhati-hati dalam mengambil keputusan dan bertindak agar tidak merugikan orang lain.

Para peserta juga diharapkan mampu menyaring pengaruh negatif dengan berpegang pada kejujuran lisan, tangguh dalam menghadapi tantangan alam dan disiplin dalam menjalankan tugas-tugas sangga, serta terciptanya keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Dengan diselenggarakannya Pernaling XXXIV ini, diharapkan pula cahaya "Satya" dan "Dharma" terus menyala dalam diri setiap anggota pramuka, membawa perubahan positif yang berkelanjutan di mana pun mereka berada.

Post a Comment

0 Comments