GUNUNGKIDUL -- Menindaklanjuti undangan dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Yogyakarta, Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Gunungkidul kirim dua peserta pada kegiatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Peningkatan Kesadaran Bahaya Penyalahgunaan Obat dan Penanggulangan TBC.
Mereka adalah Kak Arif Nurgiyantoro, Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Gunungkidul dan Kak Milano Alfarizi Ariyanto, Ketua Dewan Kerja Cabang Gunungkidul.
Keduanya mengikuti agenda yang diselenggarakan di The Malioboro Hotel & Conference Center mulai pukul 08.00 WIB bersama dengan perwakilan dari Kwartir Daerah serta Kwarcab lainnya.
Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah Generasi Sehat dan Produktif: Stop Penyalahgunaan Obat dan NAPPZA, Tuntaskan TBC! yang merupakan salah satu peran Badan POM dalam upaya peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat dan NAPPZA.
Selain itu terkait dengan pentingnya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dan dengan mempertimbangkan masih tingginya prevalensi penyalahgunaan obat serta beban kasus TBC di Indonesia.
Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Pengawasan Keamanan, Mutu dan Ekspor Impor Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Kak Nova Emelda.
Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan obat serta penanggulangan penyakit TBC.
Selain unsur Pramuka, kegiatan ini turut diikuti oleh beberapa perwakilan instansi/lembaga lainnya seperti Dinas Kesehatan, Tim Penggerak PKK, Himpunan Mahasiswa Farmasi Indonesia, Fatayat NU, Aisyiah, Dharma Wanita DIY, serta undangan lainnya.



0 Comments