Perkuat Budaya Siaga Bencana, Gudep SDIT Tunas Mulia Selenggarakan Simulasi Evakuasi

GUNUNGKIDUL -- Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2026, Gugus Depan Gunungkidul 01.107-01.108 yang berpangkalan di SDIT Tunas Mulia secara serentak melaksanakan kegiatan simulasi kesiapsiagaan bencana pada Jumat, 24 April 2026.

HKB 2026 merupakan momen penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, tidak terkecuali warga sekolah, untuk meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi ancaman bencana.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh peserta didik dan warga pangkalan ini diawali dengan edukasi mendalam mengenai mitigasi bencana. Fokus utama latihan ini adalah pelaksanaan evakuasi mandiri yang dilakukan dengan mengaktifkan sistem peringatan dini (sirine) simulasi.

Peserta didik diajak untuk mempraktikkan prosedur penyelamatandiri yang sistematis. Selain menuju ke titik kumpul (assembly point), para anggota pramuka juga mendapatkan pelatihanteknis pertolongan pertama menggunakan tandu atau dragbar.

Praktik ini bertujuan agar peserta didik memiliki ketrampilan dasar dalam membantu sesama jika terjadi situasi darurat yang nyata dan dalam kondisi yang tidak terduga.

Majelis Pembimbing Gugus depan, Kak Siti Asmawati menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekedr rutinitas tahunan, melainkan upaya menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.

Dalam situasi ini, peserta didik juga diajak untuk mengidentifikasi potensi ancaman bencana yang spesifik di wilayah sekitar, sehingga mereka tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesuadh bencana terjadi.

Kak Titin, perwakilan pembina gugus depan dalam keterangannya menjelaskan di sela-sela kegiatan bahwa pihaknya ingin memastikan seluruh warga sekolah, baik peserta didik, Pembina, maupun guru dan karyawan, benar- benar memahami mekanisme penyelamatan diri.

Mereka harus hafal di luar kepala mengenai denah jalur evakuasi, rambu- rambu yang terpasang, serta lokasi titik kumpul yang paling aman di lingkungan SDIT Tunas Mulia,“ ujar Kak Titin.

Partisipasi aktif dalam HKB 2026 ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang tangguh, sigap, dan tidak panic dalam situasi darurat. Dengan pemahaman yang baik mengenai jalur evakuasi dan teknik pertolongan pertama, diharapkan SDIT Tunas Mulia menjadi lingkungan pendidikan yang aman dan tanggap bencana.

Kegiatan ditutup dengan evaluasi bersama terkait waktu tempat evakuasi dan efektifitas penggunaan peralatan darurat. Semangat “siap untuk selamat” menjadi spirit utama yang digunakan dalam peringatan HKB di Gugus depan 01.107-01.108.

Pewarta: Titin NH

Post a Comment

0 Comments